MitraBentala.or.id-Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Destana dan FPRB Desa Maja menggelar Lomba Penggunaan Peralatan Evakuasi di Dusun 2 pada 24 Agustus 2025 . Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Maja, dengan menghadirkan Kepala Desa Maja serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan sebagai dewan juri.

Desa Maja sendiri telah memiliki kelembagaan Destana dan FPRB yang berperan sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di tingkat desa. Berbagai peralatan evakuasi juga telah tersedia, seperti tenda darurat, tandu, kursi roda, handy talkie, dan megaphone. Namun, peralatan tersebut tidak akan optimal tanpa keterampilan teknis dalam penggunaannya. Oleh karena itu, lomba ini menjadi ajang penting untuk mengasah kembali kemampuan anggota Destana dan FPRB.

Dalam perlombaan, peserta ditantang untuk mempraktikkan cara penggunaan peralatan evakuasi, meliputi pendirian tenda barak darurat, cerdas cermat proses evakuasi, dan penggunaan tandu sesuai prosedur penanganan darurat. Setiap kegiatan dilakukan secara berkelompok sehingga membutuhkan kekompakan, kerja sama, dan koordinasi tim yang solid. Dengan pola tersebut, peserta tidak hanya diuji keterampilan teknisnya, tetapi juga kemampuan mereka menjaga sinergi dalam situasi kritis.

Melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengingat kembali materi pelatihan yang pernah diikuti pada tahun 2024. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode praktik dalam bentuk lomba jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan formal semata, karena memberikan pengalaman langsung, membangun antusiasme, serta memperkuat kekompakan tim.

Kepala Desa Maja menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat. “Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat solidaritas, meningkatkan kekompakan tim, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meneguhkan rasa nasionalisme warga Desa Maja,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Lampung Selatan yang hadir sebagai juri memberikan penilaian sekaligus masukan teknis bagi peserta. BPBD juga menambahkan materi tambahan terkait strategi evakuasi yang efektif di lapangan.

Untuk semakin memeriahkan suasana, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba-lomba khas 17 Agustus, seperti paku dalam botol, estafet sarung, estafer tepung, estafet air, dan balap karung. Hal ini semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan peserta.

Melalui kegiatan ini, Desa Maja menunjukkan komitmen kuat dalam membangun desa tangguh bencana, sekaligus menjaga semangat nasionalisme di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.