MitraBentala.or.id- Pada hari Jumat, 26 September 2025, SDN 2 Kota Karang menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi edukasi pengelolaan sampah plastik yang diikuti oleh 102 peserta, terdiri dari 49 laki-laki dan 53 perempuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak sekolah dasar mengenai bahaya plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta cara mengurangi dan mengelola sampah dengan bijak sejak dini.

Acara dimulai dengan senam pagi bersama, diikuti sambutan oleh Ibu Naziroh mewakili Kepala Sekolah. Beliau menekankan pentingnya edukasi lingkungan sebagai pembentukan karakter dan kepedulian sosial siswa. “Edukasi lingkungan harus menjadi bagian dari keseharian anak-anak, terutama menghadapi masalah global seperti pencemaran plastik,” ungkapnya.

Sesi edukasi dipandu oleh tim Mitra Bentala, dipimpin langsung oleh Koordinator Program, Mashabi. Dalam pengantarnya, ia menegaskan urgensi pengurangan sampah plastik sebagai kontribusi nyata masyarakat Kota Karang terhadap isu global. Indonesia sendiri termasuk salah satu penyumbang terbesar sampah plastik laut dunia, sehingga peran anak-anak sejak usia dini sangat penting. Terdapat 3 tema utama yang dibawakan sebagai materi edukasi antara lain, pemilahan sampah, waktu terurainya sampah di alam dan pemanfaatan kembali sampah (reuse).

Dengan pendekatan interaktif, anak-anak tampak antusias dalam sesi tanya jawab. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa metode yang digunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap isu lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan di rumah maupun sekolah dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan pemilahan sampah. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, fokus utama diarahkan pada peningkatan kesadaran anak-anak mengenai bahaya sampah plastik, terutama dari bungkus makanan dan minuman yang mereka konsumsi sehari-hari, serta penerapan tempat sampah terpilah di SDN 2 Kota Karang yang akan diawasi bersama oleh guru dan siswa agar kebiasaan memilah dapat berjalan konsisten.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Diyan, Staff Mitra Bentala, yang menegaskan. “Anak-anak merupakan penerus generasi selanjutnya yang akan mewarisi alam kita, jika kesadaran anak-anak tidak dimulai sedini mungkin maka masalah sampah tidak akan terselesaikan. Anak-anak diharapkan memulai kebiasaan pengurangan sampah dari rumah dan kehidupan sehari-hari.” Senada dengan itu, Naziroh selaku guru SDN 2 Kota Karang mengingatkan bahwa “Sampah plastik membutuhkan waktu yang lama untuk hancur, sehingga mulai sekarang anak-anak jangan buang sampah sembarangan, terutama di lingkungan sungai dekat kita yaitu Way Belau, karena kita sendiri yang akan terkena dampaknya seperti bau tak sedap, banjir, dan bencana lainnya .”

Secara keseluruhan, kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi dasar tentang sampah plastik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Harapannya, kesadaran yang ditanam sejak bangku sekolah dasar dapat menjadi fondasi kuat bagi generasi mendatang untuk menjaga bumi tetap lestari.