MitraBentala.or.id- Gelaran Lampung Fest 2025 yang berlangsung pada tanggal 11–25 November di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung telah menjadi panggung penting tidak hanya bagi kopi, seni, dan musik, tetapi juga bagi produk unggulan dari sektor perikanan dan kelautan. Tema “Coffee and Tourism” yang diusung festival ini mencerminkan upaya untuk menggabungkan pariwisata dan ekonomi kreatif provinsi. Di area bazar produk kreatif dan pameran UMKM, terdapat kehadiran kelompok-kelompok nelayan dan industri hasil laut yang ikut memamerkan karya mereka termasuk kelompok binaan program pendampingan yang dikelola oleh Mitra Bentala.
Salah satu kelompok tersebut adalah unit pengolahan hasil laut ibu-ibu nelayan yang tergabung dalam Poklahsar dari lima desa di tiga kabupaten di pesisir timur Lampung. Menurut salah satu anggota Poklahsar, Bu Sunamah “Dengan produk kami ikut dipamerkan seperti ini, semoga bisa membuka pasar yang lebih luas ke depannya dan jadi banyak dikenal banyak orang”.

Koordinator program perikanan Mitra Bentala, Destia Novasari, menambahkan bahwa “Lampung Fest ini menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan produk turunan dari perikanan yang dibuat oleh ibu-ibu nelayan yang tergabung dalam Poklahsar dari 5 desa di 3 kabupaten di pesisir timur Lampung. Oleh karena itu kesempatan ini kami manfaatkan sebaik mungkin dengan menampilkan 10 produk unggulan kelompok.”
“Stand-up” hadirnya kelompok perikanan ini sekaligus memenuhi salah satu misi besar festival yaitu memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Sebagaimana disebut oleh jajaran panitia, festival hadir dengan format baru yang mendorong kolaborasi lintas sektor mulai dari komunitas, UMKM, hingga pemerintahan daerah.

Bagi kelompok nelayan dan ibu-ibu pengolah hasil laut yang selama ini fokus di wilayah pesisir timur Lampung, keikutsertaan dalam Lampung Fest 2025 merupakan momentum penting untuk memperluas jaringan pasar, memperkenalkan produk ke khalayak yang lebih besar, serta menguatkan posisi mereka dalam rantai nilai industri perikanan dan kelautan.
Dengan semangat dan keinginan yang tinggi, Bu Sunamah bersama kelompok lainnya berharap bahwa kiprah di festival ini bukan hanya sekadar pameran jangka pendek, tetapi menjadi batu loncatan menuju pengembangan usaha yang berkelanjutan, penguatan kapasitas produksi, dan penetrasi pasar yang lebih jauh, baik di dalam provinsi Lampung maupun di luar.



