Polusi plastik merupakan masalah global yang mengancam ekosistem baik hutan maupun laut. Polusi sampah juga memiliki dampak besar bagi kehidupan di bumi karena dapat mencemari air dan tanah, mengancam kehidupan satwa liar dan menyumbangkan 80% sampah ke laut. Diperkirakan ada 11 juta ton sampah plastik yang bocor ke laut setiap tahun dan jika tidak ada tindakan kolektif yang mendesak, pada tahun 2050 akan ada lebih banyak sampah plastik daripada ikan di laut.

Berangkat dari masalah yang ada, pada tahun 2018 World Economic Forum (WEF) membentuk The Global Plastic Action Partnership (GPAP) untuk mengatasi tantangan global akan polusi plastik. Proyek ini adalah kemitraan publik-swasta yang menyatukan pemerintah, perusahaan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk mempercepat tindakan konkret secara nasional maupun global, melalui pengembangan National Plastic Action Partnerships (NPAP).

Mitra Bentala Indonesia percaya, diperlukan adanya solusi berkelanjutan seperti peningkatan sistem pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan komunitas lokal untuk menjaga kebersihan muara sungai dan wilayah pesisir. Dengan kolaborasi antar masyarakat, pemerintah dan mekanisme yang memadai diharapkan dapat mengurangi dampak dari pencemaran polusi plastik yang terjadi di Pulau Pasaran.