MitraBentala.or.id— Upaya penguatan perlindungan pesisir melalui pengelolaan mangrove terus dilakukan di Desa Sidodadi. Pemerintah Desa Sidodadi bersama masyarakat dan Mitra Bentala menggelar diskusi penyusunan Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang Pengelolaan Daerah Perlindungan Mangrove (DPM). Kegiatan ini mendapat dukungan dari COAST Facility Indonesia sebagai langkah strategis menjaga ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Diskusi yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidodadi ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari 15 perwakilan masyarakat desa dan 5 orang dari tim Mitra Bentala. Kegiatan ini menjadi awal pembentukan kelompok pengelola mangrove yang memiliki pendekatan inklusif dengan mengintegrasikan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).

Kelompok mangrove yang dibentuk melibatkan kelompok-kelompok rentan, seperti perempuan kepala keluarga, kelompok rentan bencana, anggota PKK, serta istri nelayan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat secara menyeluruh dalam menjaga keberlanjutan mangrove di wilayah pesisir desa.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Desa Sidodadi menyampaikan bahwa pengesahan Perkades ini merupakan bentuk pertahanan desa dalam menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim. Regulasi desa ini diharapkan menjadi dasar hukum bagi masyarakat dalam mengelola dan melindungi kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Sidodadi, yang akrab disapa Mas Aan, turut menegaskan bahwa pembentukan kelompok mangrove ini diharapkan menjadi generasi penerus dalam menjaga ketahanan pesisir, khususnya ekosistem mangrove. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan peran dan kontribusi seluruh anggota agar upaya perlindungan tidak berhenti pada tahap awal pembentukan kelompok saja.

Melalui penyusunan regulasi desa yang inklusif dan berbasis partisipasi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan mangrove sebagai benteng alami pesisir serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *