MitraBentala.or.id— memperkuat upaya pengembangan pertanian sayuran organik di Desa Kelawi pada 15 Februari 2026, dengan bekerja sama bersama Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Bakauheni dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kelawi, Lampung Selatan . Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Minang Rua, tepatnya di lahan pertanian organik KWT Minang Rua, dan diikuti oleh perwakilan KWT dari seluruh dusun di Desa Kelawi serta perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Kelawi.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan praktik pertanian sayuran organik di Desa Kelawi. Saat ini, desa tersebut telah memiliki enam KWT aktif dan menargetkan penambahan menjadi sembilan KWT. Seiring dengan perkembangan tersebut, kebutuhan akan pupuk dan pestisida berbahan alami menjadi semakin penting untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga prinsip ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas teknis dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, menekan biaya produksi, serta memperkuat keberlanjutan sistem pertanian organik di tingkat desa.

Pelatihan menghadirkan Edi Riyanto dan Riry Mardika, Penyuluh KWT dari UPT Bakauheni, sebagai narasumber. Dalam sesi materi, Edi Riyanto menjelaskan tahapan pembuatan pupuk organik padat dan cair, teknik fermentasi yang tepat, serta pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti kotoran ternak, dedaunan, limbah dapur, dan aktivator alami. Ia menegaskan bahwa, “Pertanian organik tidak hanya berbicara tentang hasil panen, tetapi juga tentang menjaga kesehatan tanah dan lingkungan. Kunci keberhasilannya terletak pada kemandirian petani dalam memproduksi pupuk dan pestisida organik secara konsisten dan sesuai standar.”

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah sayuran, kulit bawang merah, air, EM4, dan gula aren sebagai bahan fermentasi alami. Praktik ini menjadi sarana pembelajaran aplikatif agar peserta dapat langsung menerapkannya di lahan masing-masing.

Perwakilan KWT Dusun Kayu Tabu, Anisa Widyastuti, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu anggota kelompok dalam memahami teknik pembuatan pupuk dan pestisida organik dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar desa. Ia berharap seluruh KWT di Desa Kelawi dapat semakin mandiri dalam penyediaan sarana produksi pertanian, sehingga kualitas dan kuantitas hasil sayuran organik terus meningkat.

Melalui kegiatan ini, Mitra Bentala bersama Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Bakauheni menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian berkelanjutan. Ke depan, pendampingan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan praktik pertanian organik berjalan optimal di seluruh dusun, sehingga Desa Kelawi dapat berkembang sebagai desa percontohan pertanian sayuran organik yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *