Mitra Bentala.or.id—menerima kunjungan dari Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) dan Margaret A. Cargill Philanthropies (MACP) dalam rangka monitoring pelaksanaan Program SPRINT II (Strengthening Partnerships for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste) di Desa Maja, Lampung Selatan pada 19 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting karena merupakan kunjungan lapangan pertama MACP ke desa dampingan Mitra Bentala sejak program tersebut berjalan pada Desember 2023.

Kegiatan diawali di Balai Desa Maja melalui sesi perkenalan dengan aparatur desa serta diskusi mengenai berbagai inisiatif pengurangan risiko bencana yang telah dilaksanakan. Dalam dialog tersebut, tim MACP berinteraksi langsung dengan penerima manfaat untuk menggali proses penguatan kapasitas masyarakat, pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta integrasi aspek kebencanaan ke dalam perencanaan pembangunan desa.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke kawasan pantai Desa Maja guna melihat perkembangan kegiatan prioritas yang menjadi bagian dari Program SPRINT, yaitu pengembangan ekowisata pantai berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Hingga saat ini, progres pengembangan telah mencapai sekitar 65 persen. Mengingat wilayah ini memiliki potensi ancaman gempa bumi yang dapat memicu tsunami, pendekatan PRB menjadi dasar utama dalam perencanaan kawasan. Sejumlah sarana mitigasi telah disiapkan, seperti jalur dan rambu evakuasi, titik kumpul, pos pantau bencana, serta Radio RIG yang memungkinkan komunikasi jarak jauh tanpa bergantung pada jaringan telepon seluler dan mendukung koordinasi dengan BPBD. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa melalui sektor wisata dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan keselamatan masyarakat.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Sekretariat Destana Desa Maja yang dipandu langsung oleh Ketua Destana, Bapak Amirul. Di lokasi tersebut, tim ADPC dan MACP melihat pusat koordinasi kebencanaan desa yang telah tertata dengan baik, mulai dari struktur kelembagaan yang jelas, dokumentasi kegiatan yang rapi, hingga gudang penyimpanan peralatan evakuasi. Di sekitar sekretariat juga ditampilkan berbagai kegiatan pendukung ketangguhan desa, seperti produk kerajinan Bank Sampah, budidaya ikan, serta pertanian sayuran organik. Meski keterbatasan waktu tidak memungkinkan seluruh lokasi kegiatan dikunjungi, dokumentasi yang dipajang memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan Program SPRINT di Desa Maja.

Direktur Mitra Bentala, Rizani, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran ADPC dan MACP merupakan bentuk dukungan nyata sekaligus penyemangat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program. Menurutnya, Program SPRINT tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan bencana, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian serta kolaborasi masyarakat dalam membangun desa yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Destana Desa Maja, Bapak Amirul, mengungkapkan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan mitra pendukung program di desanya. Ia menyampaikan bahwa dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan menjadikan Desa Maja sebagai contoh praktik baik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas di Kabupaten Lampung Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *