MitraBentala.or.id— Upaya mendorong pengelolaan perikanan yang lebih berkelanjutan terus dilakukan melalui penguatan kapasitas masyarakat pesisir. Oleh karenan itu Mitra Bentala melalui Low Carbon and Resilient Indonesia Programme (L-CRISP), beserta dukungan Coast Facility Indonesia dan UK International Development mengadakan kegiatan diskusi dan penandatanganan MoU perjanjian kerja sama terkait penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan serta pembentukan kembali Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 di Desa Margasari, Lampung Timur.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat desa, termasuk pemerintah desa, perwakilan kelompok nelayan, Kelompok Usaha Bersama (KUB), serta tim dari Mitra Bentala Indonesia. Sebanyak 30 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 22 laki-laki dan 8 perempuan.
Pertemuan ini bertujuan membangun kesepahaman bersama mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah awal dalam regenerasi dan penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya ikan di Desa Margasari.

Selama ini, sebagian besar masyarakat pesisir masih bergantung pada aktivitas penangkapan ikan di laut yang dalam beberapa kasus dilakukan dengan praktik yang kurang memperhatikan keberlanjutan sumber daya. Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai didorong untuk mengembangkan alternatif mata pencaharian melalui budidaya perikanan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga tekanan terhadap sumber daya laut dapat dikurangi secara bertahap.
Sekretaris Desa Margasari, Bapak Umam, menyampaikan apresiasi kepada Mitra Bentala Indonesia atas upaya pendampingan yang diberikan kepada masyarakat desa.
“Kami sangat berterima kasih karena Mitra Bentala sudah mau mendampingi kami untuk merubah pola pikir masyarakat yang selama ini masih menjadi nelayan dengan cara yang tidak berkelanjutan menuju pengelolaan budidaya yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang melakukan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya laut,” ujarnya.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta menyepakati pentingnya memperkuat kegiatan budidaya perikanan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara masyarakat desa dan Mitra Bentala Indonesia.
Rizani, selaku Direktur Eksekutif Mitra Bentala Indonesia, menjelaskan bahwa program pendampingan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi budidaya, tetapi juga pada penguatan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
“Masyarakat tidak hanya akan didampingi untuk melakukan budidaya sebagai alternatif mata pencaharian, tetapi juga didorong untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Melalui kerja sama dan regenerasi kelompok pembudidaya ikan ini, kami siap untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan budidaya perikanan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Ujang, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB), yang menyambut baik rencana pembentukan kembali kelompok pembudidaya ikan di desa tersebut.

“Kami sangat mendukung isi perjanjian ini dan setuju dengan rencana untuk meregenerasi kelompok pembudidaya ikan. Dengan adanya kelompok yang lebih aktif, kami berharap kegiatan budidaya bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Margasari mulai membangun komitmen bersama untuk mengurangi ketergantungan pada praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dan beralih pada pendekatan yang lebih ramah lingkungan melalui kegiatan budidaya perikanan.
Partisipasi aktif masyarakat serta dukungan pemerintah desa menjadi modal penting dalam memperkuat kelembagaan kelompok pembudidaya ikan dan mendorong praktik pengelolaan perikanan yang lebih bertanggung jawab di masa mendatang. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah pesisir.



