MitraBentala.or.id — Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) bersama Mitra Bentala menyelenggarakan kegiatan in-house training bertajuk “Meningkatkan Komunikasi dan Berbicara di Depan Umum” sebagai upaya memperkuat kapasitas aktor-aktor kunci di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Desa Maja pada 7 April 2026 dan di Desa Kelawi pada 9 April 2026.
Pelatihan ini melibatkan berbagai unsur strategis di desa yang berperan sebagai aktor vokal, di antaranya kepala desa, sekretaris desa, ketua Bank Sampah, ketua dan pengurus Desa Tangguh Bencana (Destana), ketua kelompok wisata, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), ketua pengelola sumber air, serta Mitra Bentala yang berperan sebagai pendamping desa. Para peserta merupakan pihak-pihak yang selama ini aktif dalam menyampaikan informasi, menggerakkan masyarakat, serta menjadi representasi desa dalam berbagai forum.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kendala komunikasi yang dihadapi oleh para aktor desa. Meskipun memiliki gagasan dan pemahaman yang baik, tidak sedikit peserta yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide secara efektif. Hambatan tersebut meliputi faktor psikologis seperti rasa gugup dan kurang percaya diri, struktur penyampaian yang belum terorganisir dengan baik, serta minimnya interaksi dengan audiens saat berbicara di depan umum.
Melalui pelatihan ini, ADPC dan Mitra Bentala berupaya memberikan penguatan kapasitas komunikasi yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan pola pikir dan mentalitas, penyusunan struktur naratif yang sistematis, teknik penyampaian yang kuat dan persuasif, serta strategi dalam mengelola audiens atau kerumunan. Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik penguasaan vokal dan visual guna meningkatkan efektivitas komunikasi.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga menekankan pada praktik langsung melalui sesi simulasi. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara di depan umum secara bergiliran, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian umpan balik konstruktif dari fasilitator dan peserta lainnya. Pendekatan ini bertujuan agar peserta dapat memahami kelebihan dan aspek yang perlu ditingkatkan secara nyata.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu peserta dalam mengelola kecemasan saat berbicara, menyusun pesan yang jelas dan terarah, meningkatkan kemampuan persuasi, serta membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi komunikator yang efektif, percaya diri, dan inspiratif di lingkungan masing-masing. Peningkatan kapasitas komunikasi ini diharapkan dapat mendukung peran mereka dalam menyampaikan pendapat, memperkuat kolaborasi antar pihak, serta mendorong keberhasilan berbagai program pembangunan dan pengurangan risiko bencana di tingkat desa secara berkelanjutan.


