Mitra Bentala.or.id-Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Mitra Bentala melalui program Global Plastik Action Partnership (GPAP) menggelar kegiatan edukasi lingkungan di salah satu sekolah SMP di Bandar Lampung yaitu SMP N 42 Bandar Lampung. Pemilihan sekolah SMP N 42 Bandar Lampung dilakukan karena lokasi sekolah yang berada di daerah pesisir dan rentan akan bahaya polusi plastic. Edukasi lingkungan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan lebih bijak dalam menggunakan plastik sekali pakai.
Melalui pendekatan yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan, kegiatan ini mengajak para siswa untuk mengenali berbagai jenis sampah, memahami dampak penggunaan plastik sekali pakai, serta mengadopsi kebiasaan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan terhadap tiga jenis sampah, yaitu:
- Sampah Organik, seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah;
- Sampah Anorganik, seperti plastik, kaleng, dan kertas bekas;
- Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai bekas, lampu neon rusak, dan botol bekas cairan pembersih.
Anak-anak diajak untuk belajar memilah sampah dengan benar dan memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dimulai dari rumah dan sekolah. Edukasi ini diberikan melalui contoh langsung, kuis sederhana, dan permainan mengelompokan sampah yang menguji pemahaman siswa agar pengelolaan sampah dapat lebih mudah diingat.
Dalam sesi penyampaian materi siswa diajak untuk memahami masalah dari menggunakan plastik sekali pakai, yang mana telah menjadi salah satu masalah terbesar bagi lingkungan. Oleh karena itu, ditekankan juga pentingnya mengurangi penggunaan plastik, terutama yang hanya digunakan sekali lalu dibuang.

Anak-anak diajak untuk berpikir kritis seperti: “Apa alternatif ramah lingkungan yang bisa kita gunakan sehari-hari?” dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. “Saya akan membawa botol tumbler kedepannya karena sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik dan menurut saya tindakan untuk mengurangi sampah adalah dengan bergotong royong” ucap Hanifah Araihan salah satu siswa kelas 8. Selain itu, Amelia salah satu peserta juga mengatakan “Lebih baik menggunakan wadah bekal sendiri daripada wadah makanan yang sekali pakai dan sampah harus selalu dibuang ditempatnya”
Edukasi ini mendorong siswa untuk memulai gerakan ramah lingkungan dari hal-hal kecil, seperti membawa tempat minum sendiri, menggunakan kotak makan, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku yang nyata, di akhir acara setiap peserta kegiatan mendapatkan tumblr (botol minum) ramah lingkungan yang bisa digunakan kembali. Botol ini bukan sekadar hadiah, tapi juga simbol komitmen untuk mulai hidup lebih peduli terhadap lingkungan. Harapannya, dengan membawa tumblr ini setiap hari ke sekolah, anak-anak akan semakin terbiasa dan bangga menggunakan produk yang tidak mencemari bumi.
Kegiatan Edukasi Lingkungan ini diselenggarakan untuk merayakan Hari Anak Nasional dengan lebih bermakna, tidak hanya melalui perayaan dan hiburan, tetapi juga melalui penanaman nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Anak-anak dan generasi muda adalah agen perubahan. Dengan memberikan pemahaman dan membangun kesadaran sejak kecil, maka anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar lingkungan dan siap menjaga bumi untuk masa depan yang lebih baik.



