MitraBentala.or.id- memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim terus dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ‘Pemetaan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Dan Identifikasi Dampak Perubahan Iklim’. Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dan inklusif dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, di lima desa pesisir di Provinsi Lampung.
FGD ini melibatkan masyarakat dari Desa Gebang dan Desa Sidodadi (Kabupaten Pesawaran), Desa Bandar Agung dan Desa Sumbernadi (Kabupaten Lampung Selatan), serta Desa Margasari (Kabupaten Lampung Timur). Kehadiran perwakilan kelompok nelayan, pembudidaya perikanan, pelaku usaha pariwisata, perempuan pesisir, hingga kelompok rentan menjadi elemen penting dalam menggali perspektif yang beragam dan kontekstual terhadap kondisi wilayah pesisir.

Dalam pelaksanaannya, peserta diajak berpartisipasi langsung melalui pengisian berbagai matriks analisis, antara lain kondisi sumber daya alam pesisir, musim mata pencaharian masyarakat pesisir, dampak perubahan iklim dan strategi adaptasi bagi nelayan tangkap, dampak perubahan iklim terhadap usaha pariwisata, dampak perubahan iklim dan adaptasi yang dilakukan pembudidaya perikanan, dampak perubahan iklim bagi perempuan pesisir, serta dampak bencana terhadap kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.
Melalui metode reflektif, peserta FGD diajak untuk menelaah kondisi yang mereka hadapi dengan membandingkan situasi di masa lalu, masa kini, dan proyeksi tantangan di masa mendatang. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali solusi berbasis pengalaman lokal sekaligus memperkuat kesadaran kolektif terhadap perubahan lingkungan dan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat pesisir.

Setelah proses identifikasi, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kepada seluruh peserta. Sesi ini membuka ruang dialog yang aktif, di mana masyarakat dapat saling memberikan umpan balik, masukan, dan saran atas tantangan yang dihadapi bersama, sekaligus merumuskan langkah adaptasi yang relevan dan realistis.
Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar penting dalam mendukung implementasi Program L-CRISP (Lampung Coastal Resilience and Innovative Sustainability Program). Program ini bertujuan membangun komunitas pesisir Lampung yang tangguh terhadap perubahan iklim dengan mengatasi tingginya kerentanan wilayah pesisir serta laju penurunan ekosistem mangrove yang semakin cepat.

Ke depan, L-CRISP akan menerapkan pendekatan multi-aspek yang mencakup rehabilitasi ekosistem mangrove, pengembangan model percontohan budidaya perikanan yang ramah iklim, serta penyuluhan dan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap perencanaan, program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi adaptasi iklim yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat pesisir Lampung.



