MitraBentala.or.id — Merespons tantangan perubahan iklim di kawasan pesisir, Mitra Bentala mengambil langkah strategis. Sepanjang bulan Februari 2026, melalui program Lampung Coastal Resilience and Innovative Sustainability Program (L-CRISP) yang didukung oleh COAST FACILITY Indonesia dan UK International Development (UK ID), Mitra Bentala memfasilitasi penyusunan Modul Panduan Budidaya Perikanan Climate Smart-Aquaculture (CSA).
Penyusunan modul ini bertujuan untuk menciptakan panduan budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Modul ini nantinya akan digunakan sebagai pegangan utama bagi kelompok masyarakat dampingan Mitra Bentala dalam program L-CRISP, khususnya untuk pelaksanaan pilot testing inisiatif CSA di wilayah pesisir.

Agar panduan yang dihasilkan tepat guna dan berbasis sains, Mitra Bentala menggandeng berbagai pihak ahli untuk menyusun tiga jenis modul komoditas perikanan, yaitu:
- Modul Pembesaran Bawal Bintang: Disusun bersama tim dari Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung yang melibatkan 8 orang tim penyusun.
- Modul Budidaya Kerang Hijau: Melibatkan kolaborasi bersama Jurusan Perikanan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dengan 5 orang tim penyusun.
- Modul Budidaya Kepiting Bakau: Disusun secara khusus bersama pakar dan praktisi pembudidaya kepiting bakau lokal, Yudi Eko Utomo, S.Pi., M.M.



Modul panduan teknis budidaya ini dirancang agar ringkas dan mudah dimengerti oleh masyarakat pesisir. Selain aspek teknis budidaya, modul ini juga memuat secara eksplisit langkah-langkah mitigasi dan upaya menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah pesisir yang disusun berdasarkan kepakaran masing-masing tim penyusun.
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari para mitra penyusun. Kepala BBPBL Lampung, Mulyanto, S.T., M.Si., menyampaikan antusiasmenya terhadap inisiatif ini. “Kami justru merasa senang adanya kolaborasi ini, tentunya ini membantu kerja BBPBL dalam mempromosikan juga mengembangkan budidaya laut. Atau bahkan bisa menjadi diseminasi produk antara program dan BBPBL. Ke depannya juga kami siap bantu jika dibutuhkan narasumber atau pelatihan di lapangan untuk praktik budidaya,” ungkapnya.

Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Ketua Jurusan Perikanan Polinela, Pindo Witoko, S.Pi., M.P. Menurutnya, penyusunan modul ini sejalan dengan visi perguruan tinggi. “ Kerja sama pembuatan modul kerang hijau ini merupakan potensi peluang yang bagus untuk kami civitas akademik untuk bisa menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu tiga kewajiban dasar meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Kami juga siap jika diperlukan ke depannya untuk menjadi narasumber dan pendampingan kelompok di desa,” tegasnya.
Saat ini, modul CSA disajikan dalam bentuk booklet berformat PDF yang difokuskan penggunaannya untuk internal program L-CRISP. Sebagai rencana ke depan, modul panduan ini akan dicetak menjadi produk fisik yang dapat didistribusikan langsung dan digunakan sebagai buku saku oleh kelompok dampingan di lapangan.


