MitraBentala.or.id- Dalam upaya pengutan pengawasan perikanan berbasis masyarakat, kegiatan ‘Identifikasi Calon Anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)’ di Desa Sriminosari dilaksanakan dengan harapan terbangunnya fondasi utama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang efektif, sah, dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Pokdakan Mina Sari Berkah Vaname, Dusun IV, Desa Sriminosari untuk menjadi langkah awal dalam proses pembentukan Pokmaswas sebagai wadah pengawasan perikanan berbasis masyarakat yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah setempat.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang calon anggota Pokmaswas Sriminosari, Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Kecamatan Labuhan Maringgai, perwakilan Pokmaswas Jaya Bahari Abadi Desa Margasari, serta dua orang Field Officer (FO) dari Mitra Bentala. Pertemuan diawali dengan pengenalan Mitra Bentala dan peran pendampingannya terhadap kelompok nelayan, khususnya dalam isu-isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengenalan terkait Tim Pengelola Perikanan dan Ruang Berbasis Masyarakat (TPPRB) serta pembelajaran dari pengalaman pembentukan dan pengelolaan Pokmaswas di Desa Margasari.

Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa pembentukan Pokmaswas menjadi kebutuhan mendesak bagi nelayan Sriminosari untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, seperti praktik illegal fishing, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, aktivitas nelayan andon, serta belum adanya wadah resmi masyarakat untuk melakukan pengawasan dan pelaporan pelanggaran di wilayah tangkap. Pokmaswas dipahami sebagai lembaga sosial yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, dengan dampak yang dapat dirasakan dalam jangka menengah hingga panjang.
Para nelayan juga menyampaikan berbagai keresahan yang terjadi di lapangan, antara lain penggunaan alat tangkap bubu naga, aktivitas penangkapan ikan menggunakan setrum pada malam hari, keterbatasan kapasitas kapal nelayan lokal, hingga penurunan hasil budidaya kerang hijau. Seluruh masukan tersebut menjadi catatan penting dan akan menjadi dasar dalam proses pembentukan dan pembinaan Pokmaswas yang selanjutnya akan difasilitasi oleh PSDKP.

Di akhir pertemuan pembentukan Pokmaswas disepakati dengan nama “Langgeng Bahari Makmur”, dengan susunan pengurus yaitu Wahit sebagai Ketua, M. Andi Kadir sebagai Sekretaris, Suraji sebagai Bendahara, dan Zainudin sebagai Koordinator. PPL Labuhan Maringgai menyampaikan bahwa rencana pembentukan Pokmaswas ini mendapat sambutan positif dari nelayan dan pemerintah desa. Ke depan, diharapkan kegiatan sosialisasi dan penguatan Pokmaswas dapat melibatkan aparatur desa, Aparat Penegak Hukum (APH), serta kelompok terkait lainnya agar Pokmaswas dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.


