MitraBentala.or.id- Dalam semangat menjaga kelestarian ekosistem pesisir, Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang (KPMKK) yang dibentuk atas inisiasi Mitra Bentala kembali melaksanakan aksi nyata melalui kegiatan penanaman mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Kota Karang pada 24 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana antara KPMKK dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandar Lampung, yang turut memberikan dukungan ide dan fasilitas dalam pelaksanaannya.

Sebanyak 1.600 bibit mangrove jenis Avicennia marina berhasil ditanam oleh sekitar 45 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga lingkungan. Peserta terdiri atas perwakilan kecamatan di wilayah Teluk Betung, staf DKP, anggota KPMKK dan masyarakat Kota Karang, tim Mitra Bentala, serta perwakilan dari NGO lokal Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu).

Kegiatan ini diawali dengan arahan teknis dari tim DKP dan Yagasu mengenai tata cara penanaman serta perawatan bibit agar tumbuh optimal di lingkungan pesisir yang dinamis. “Dari 1.600 bibit yang ditanam hari ini, jika tidak ada perawatan mungkin hanya 100 yang akan bertahan hidup. Karena itu, diperlukan kepedulian seluruh masyarakat untuk menjaga bibit ini dengan penanaman dan perawatan yang baik.” tuturBambang Suprayogi, Direktur NGO Yagasu.

Setelah itu, peserta secara bergotong royong menanam bibit di area yang telah disiapkan. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Selain penanaman, peserta juga mengikuti diskusi singkat tentang pentingnya ekosistem mangrove sebagai pelindung alami pantai, habitat biota laut, dan penopang ekonomi masyarakat pesisir. Kehadiran Yagasu turut memperkaya wawasan peserta mengenai peran penting mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan alam.

Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting bagi KPMKK dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian kelompok. Sebelumnya, KPMKK telah berkolaborasi dengan mahasiswa HIMATEP Universitas Lampung pada 18 Oktober 2025 untuk penanaman mangrove. Kini, mereka berhasil memperluas jejaring hingga ke tingkat pemerintah daerah.

Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, KPMKK bersama Mitra Bentala dan DKP akan melakukan pemantauan dan perawatan bibit mangrove secara berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh. Selain itu, kelompok juga berencana mengembangkan kolaborasi dengan PIK Raya Unila melalui program edukasi dan pelatihan pengelolaan mangrove yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Kepala DKP Kota Bandar lampung Ricardo BNW, S.H., M.M menyampaikan “Kami mengapresiasi semangat masyarakat Kelurahan Kota Karang. Diharapkan kerja sama ini terus berlanjut dan mampu menciptakan kawasan pesisir yang lestari serta menjadi percontohan bagi wilayah lain.”

Melalui kegiatan ini, sinergi antar masyarakat, pemerintah, dan lembaga lokal dalam menjaga kelestarian pesisir semakin terliahat semakin kuat. Penanaman mangrove di Kota Karang bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih lestari dan tangguh terhadap perubahan iklim.