MitraBentala.0r.id-Bank Sampah Kelurahan Kota Karang (Baskora) kembali melaksanakan operasi rutinnya untuk ketiga kalinya pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 orang, terdiri dari 12 anggota aktif, 5 orang dari tim Mitra Bentala, serta 1 nasabah individu di luar kelompok. Meski dilaksanakan dengan skala sederhana, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat warga dalam mengelola sampah tetap hidup dan berlanjut.

Dibandingkan operasi sebelumnya, pertumbuhan nasabah kali ini berjalan lebih lambat. Setelah sempat meningkat dari 11 nasabah pada operasi pertama menjadi 22 nasabah pada operasi kedua, kini jumlah tersebut bertambah satu, menjadi total 23 nasabah aktif. Meski peningkatannya tidak besar, penambahan ini tetap menunjukkan bahwa program bank sampah terus dikenal dan diminati masyarakat. Proses membangun kesadaran lingkungan memang tidak instan, ia memerlukan kesabaran, konsistensi, dan dukungan berkelanjutan.

 

Beberapa tantangan turut memengaruhi penurunan partisipasi warga, di antaranya menurunnya kegiatan pemicu sampah seperti hajatan, serta kebiasaan sebagian warga yang baru menyetor ketika karung pilah penuh setiap dua hingga tiga minggu. Meskipun demikian, operasi kali ini menunjukkan peningkatan dalam ketelitian dan akurasi operasional. Setiap karung sampah kini dibongkar terlebih dahulu sebelum ditimbang untuk memastikan transparansi dan mencegah kecurangan berat timbangan. Proses pemilahan jenis sampah pun semakin diperkuat agar lebih terstruktur dan bernilai ekonomis saat dijual ke pihak pengolah.

Dari sisi capaian, volume sampah yang berhasil dikumpulkan pada operasi ketiga ini tercatat 32,1 kg, menurun dari 123,3 kg pada operasi kedua dan 52,2 kg pada operasi pertama. Penurunan ini mencerminkan dinamika di lapangan, di mana tingkat partisipasi warga sangat bergantung pada rutinitas harian, kesiapan teknis, dan faktor sosial-budaya di lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar kegiatan lokal, inisiatif ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
  • SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): mendorong pengelolaan sampah yang bijak dan efisien.
  • SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): mengurangi emisi dari pembakaran dan pencemaran sampah plastik.
  • SDG 14 & 15 (Ekosistem Laut dan Daratan): menekan potensi pencemaran plastik di laut dan tanah.

Bank Sampah Baskora membuktikan bahwa aksi kecil di tingkat lokal dapat memberi dampak global. Dengan jadwal rutin setiap Kamis pukul 10.00 WIB, Baskora terus berupaya membangun budaya pengelolaan sampah rumah tangga yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Meski volume sampah kali ini menurun, peningkatan kualitas pengelolaan dan komitmen keberlanjutan menjadi capaian penting yang patut diapresiasi. Operasi ketiga ini kembali mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil dan bahwa upaya pengurangan sampah plastik di Lampung dapat terus tumbuh melalui kolaborasi, edukasi, dan semangat gotong royong.

Bank Sampah Baskora bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi juga tempat menanam harapan untuk lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.