MitraBentala.or.id- Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta memastikan keberlangsungan rehabilitasi hutan mangrove, Kelompok Mangrove Kota Karang yang didampingi oleh Mitra Bentala kembali melaksanakan kegiatan maintenance atau pemeliharaan mangrove pada 22 Oktober 2025
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan berkala terhadap perkembangan bibit mangrove yang telah ditanam sebelumnya. Selain untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, pemeliharaan juga berfungsi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan alam maupun sampah yang dapat menghambat proses rehabilitasi.
Enam orang anggota kelompok terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan. Meskipun dilaksanakan dalam skala kecil, semangat partisipatif warga tetap tinggi, mencerminkan komitmen bersama terhadap kelestarian lingkungan. Fokus utama kegiatan meliputi perbaikan ajir (patok) yang rusak, pembersihan jaring pelindung dari sampah, serta pengangkatan teritip atau hewan yang bercangkang yang menempel pada batang dan akar mangrove. Teritip yang melekat erat berpotensi menghambat pertumbuhan vegetatif mangrove, sehingga pengangkatannya menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan bibit.

Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) bibit mangrove mencapai 96,85%, menandakan keberhasilan tinggi dalam proses rehabilitasi dengan hanya sekitar 3,15% bibit yang tidak bertahan hidup. Dari total 52 jaring pelindung (waring), hanya satu yang ditemukan roboh akibat arus dan endapan lumpur, sementara 51 lainnya masih berfungsi dengan baik meski beberapa mulai tertutup sampah.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses restorasi kawasan pesisir bekas tambak. Melalui peran aktif masyarakat lokal dan pendampingan Mitra Bentala, kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan bukan berhenti pada tahap penanaman saja, melainkan juga membutuhkan pemeliharaan dan pemantauan berkelanjutan.

Langkah ini juga mendukung komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Aksi sederhana seperti pemeliharaan mangrove menjadi bukti bahwa upaya kecil dari masyarakat pesisir dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan ekosistem.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan maintenance akan terus dilakukan secara rutin setiap bulan. Pemeliharaan berikutnya direncanakan berlangsung pada bulan Desember mendatang untuk memastikan pertumbuhan mangrove tetap optimal dan ekosistem pesisir Kota Karang semakin lestari.

