MitraBentala.or.id- Sebanyak 27 peserta mengikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan di Kelurahan Kota Karang pada 16 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 warga dan 5 panitia dari Tim Mitra Bentala, dengan mayoritas peserta merupakan perempuan (24 orang), sementara 3 orang lainnya laki-laki. Tingginya keterlibatan perempuan menunjukkan kepedulian ibu rumah tangga terhadap pengelolaan sampah di lingkungannya.
Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan konsep bank sampah secara menyeluruh kepada peserta pelatihan, mulai dari sistem tabungan, pencatatan, hingga pemilahan sampah bernilai ekonomi. Narasumber, Mashabi, menegaskan bahwa bank sampah bukan hanya tempat menabung sampah, melainkan wujud kolaborasi antara sampah, uang, dan manajemen lingkungan. “Berbagai jenis sampah non-organik seperti botol plastik, kemasan makanan, dan kardus memiliki nilai jual jika dikelola dengan benar,” jelasnya.

Hal menarik dari kegiatan ini adalah kesadaran peserta yang sudah terbiasa memilah dan membersihkan sampah sejak dari rumah sebelum disetorkan. Di tingkat RT, nantinya akan dibentuk unit-unit bank sampah kecil yang menyetorkan sampah terpilah ke bank sampah utama kelurahan. Sistem ini diharapkan memudahkan pencatatan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dari tingkat dasar.
Sebagai bentuk dukungan, panitia menyerahkan sejumlah alat operasional kepada kelompok bank sampah, antara lain satu unit timbangan, dua buku besar pencatatan, satu gulung tali rafia, satu kotak pena, satu unit kalkulator, serta 3 kodi karung untuk pemilahan sampah organik, non-organik, dan B3.
Upaya ini menjadi langkah nyata pengurangan sampah plastik, yang selama ini mendominasi limbah rumah tangga dan kerap mencemari sungai maupun pesisir. Di wilayah pesisir seperti Kota Karang, keberadaan bank sampah sangat penting untuk melindungi ekosistem mangrove dan biota laut.

Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan jadwal rutin pengumpulan sampah setiap Jumat pagi di masing-masing RT, perawatan posko bank sampah agar tetap aktif sebagai pusat pengumpulan dan pencatatan dan pembagian buku tabungan sampah bagi nasabah untuk mendorong konsistensi menabung sampah.
Sulastri, salah satu peserta pelatihan, menekankan pentingnya dukungan bersama, “Kalau hanya mengharapkan uang, program ini tidak akan berlanjut. Diperlukan konsistensi ibu-ibu agar lingkungan bersih dan tertata.”
Sementara Lilis dari RT 06 Lingkungan 2 menambahkan “Kesadaran masyarakat tidak boleh berhenti di awal saja. Kita harus terus memilah sampah secara mandiri agar program ini berkelanjutan.”
Mashabi, Ketua Program Mitra Bentala, menutup dengan pesan “Kata bank itu identik dengan tabungan, sampah, dan uang. Ketiganya adalah kolaborasi apik dalam memanajemen sampah agar bernilai jual tinggi jika dikelola dengan baik.”
Dengan antusiasme warga, dukungan kelurahan, serta pendampingan Mitra Bentala, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun bank sampah yang aktif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya baru dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.



