MitraBentala.or.id- Mitra Bentala bersama Bank Sampah Baskora kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan bebas sampah plastik melalui kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan dari Limbah Plastik yang digelar di Kelurahan Kota Karang pada Kamis 16 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta, dengan 84% di antaranya merupakan perempuan dari kelompok Bank Sampah Baskora dan tim PKH Kelurahan Kota Karang. Partisipasi besar kaum perempuan ini mencerminkan peran penting mereka dalam gerakan lingkungan berbasis komunitas.

Pelatihan menghadirkan narasumber lokal, Ibu Dahlia, warga Pulau Pasaran yang dikenal atas kepiawaiannya mengolah limbah plastik bernilai rendah seperti bungkus mie instan dan kemasan minuman bubuk menjadi produk kerajinan yang fungsional dan bernilai jual. Melalui pengalamannya, Ibu Dahlia tak hanya berbagi teknik, tetapi juga menanamkan semangat pemberdayaan.

“Saya ingin masyarakat sadar bahwa tidak ada sampah yang benar-benar tidak berguna. Semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar Ibu Dahlia, narasumber pelatihan.

Pelatihan ini muncul dari kegelisahan anggota Bank Sampah terhadap kenyataan bahwa sebagian besar sampah rumah tangga masih dibuang atau dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak melihat potensi ekonomi dari limbah plastik bernilai rendah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi ruang belajar dan berbagi keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat budaya baru di masyarakat budaya mengolah, bukan membuang. Dengan demikian, Kelurahan Kota Karang dapat menjadi contoh wilayah yang aktif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas dan berkelanjutan.

Dari sisi kegiatan mingguan Bank Sampah Baskora, tercatat hanya 11 dari 29 nasabah aktif yang menyetorkan sampah pada pekan keempat ini. Kondisi tersebut mendorong perlunya kegiatan alternatif seperti pelatihan ini agar limbah plastik bernilai rendah tidak lagi menjadi beban, melainkan peluang ekonomi.

“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan lebih banyak keterampilan bagi kelompok perempuan. Selain itu, pemahaman mereka terhadap pengelolaan sampah juga meningkat,” tutur Rini Novianti perwakilan tim PKH (Program Keluarga Harapan) Kelurahan Kota Karang.

Sebagai tindak lanjut, Mitra Bentala dan Bank Sampah Baskora akan mengadakan Handcrafting Kedua pada 23 Oktober 2025, dengan target peserta mampu menghasilkan satu produk bernilai jual tinggi sebagai hasil nyata dari proses belajar mereka.

Melalui langkah-langkah kecil seperti ini, Mitra Bentala terus memperkuat peran Bank Sampah sebagai pusat edukasi dan transformasi sosial, tempat di mana setiap bungkus plastik yang diolah menjadi bagian dari gerakan besar menuju Kota Karang bebas sampah plastik dan tangguh menghadapi krisis iklim.