MitraBentala.or.id — Budidaya perikanan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di tengah ketidakpastian hasil tangkapan laut akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis potensi lokal, kegiatan budidaya tidak hanya membuka peluang sumber pendapatan baru, tetapi juga mendorong pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mitra Bentala Indonesia melalui program Low Carbon and Resilient Indonesia Programme (L-CRISP) mendapat dukungan dari Coast Facility Indonesia dalam melaksanakan rangkaian kegiatan penyerahan alat dan bahan pendukung budidaya perikanan di beberapa desa, yaitu Desa Sidodadi, Desa Margasari, dan Desa Sumbernadi pada Maret 2026. Dukungan yang diberikan disesuaikan dengan komoditas unggulan dan kebutuhan masing-masing wilayah, mulai dari budidaya Bawal Bintang, Kepiting Bakau dengan sistem keranjang (basket-based), hingga budidaya Kepiting dengan sistem tebar berbasis ekosistem.

Di Desa Sidodadi, kegiatan difokuskan pada pengembangan budidaya Bawal Bintang menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) serta budidaya Kepiting Bakau dengan metode Keranjang Bedeng. Penyerahan alat dan bahan dilakukan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mitra Bina Sidomakmur sebagai langkah awal mendukung operasional budidaya dan meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengelola usaha secara efektif dan berkelanjutan. Metode Keranjang Bedeng yang diperkenalkan juga menjadi inovasi untuk mengurangi risiko kanibalisme pada kepiting dan meningkatkan keberhasilan budidaya.

Sementara itu, di Desa Margasari, dukungan diberikan untuk pengembangan budidaya kepiting bakau sistem pond dengan pendekatan serupa, yaitu penggunaan keranjang individual sebagai bagian dari praktik Climate Smart Aquaculture (CSA). Bantuan yang diberikan mencakup berbagai sarana produksi hingga peralatan pendukung operasional, yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas budidaya sekaligus mendorong diversifikasi mata pencaharian masyarakat pesisir.

Di Desa Sumbernadi, kegiatan berfokus pada pemanfaatan kembali tambak yang tidak produktif melalui budidaya Kepiting Bakau dengan sistem tebar. Pendekatan ini mengedepankan keseimbangan ekosistem dengan tetap memanfaatkan kondisi alami tambak, sekaligus mendorong rehabilitasi kawasan pesisir yang selama ini terbengkalai. Dukungan yang diberikan meliputi sarana pembatas area budidaya, peralatan pengelolaan tambak, hingga fasilitas penunjang mobilitas.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Mendukung penyediaan sarana dan prasarana awal budidaya perikanan berbasis potensi lokal
  2. Meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola usaha budidaya yang efektif dan berkelanjutan
  3. Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui diversifikasi sumber penghidupan
  4. Memperkuat praktik perikanan yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim. 

Kegiatan penyerahan alat dan bahan di seluruh lokasi berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan ini tidak hanya menjadi dukungan teknis, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan budidaya perikanan sebagai solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Perwakilan kelompok penerima manfaat menyampaikan bahwa dukungan ini menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha budidaya yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Kami berharap pendampingan dapat terus dilakukan agar hasilnya benar-benar optimal bagi masyarakat,” ujar Priyanto, selaku Ketua Pokdakan Mitra Bina Sidomakmur

Senada dengan itu, masyarakat di desa lain juga melihat budidaya sebagai alternatif strategis di tengah menurunnya hasil tangkapan laut. “Melalui kegiatan ini, kami tidak lagi hanya bergantung pada laut. Budidaya menjadi peluang baru yang bisa kami kelola bersama, termasuk oleh kelompok perempuan, untuk memperkuat ekonomi keluarga,” ungkap Siti Nurlaila peserta dari Desa Margasari.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Mitra Bentala Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat pesisir serta mendorong praktik pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan inklusif. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat memastikan bahwa inisiatif budidaya ini tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *