Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan, Mitra Bentala bersama Danone Aqua Tanggamus menghadirkan sebuah inisiatif luar biasa berupa Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati).
Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) ini memiliki luas luas 3,2 hektar ini terletak di Kalibatin, Pekon Teba, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, dan telah berkembang menjadi pusat edukasi serta konservasi yang terbuka bagi publik, terutama generasi muda.
Taman Kehati ini bukan sekadar ruang hijau biasa. Di dalamnya tumbuh subur lebih dari 220 jenis tanaman langka, di antaranya merbau, tanjung, meranti, cendana, cemara laut, kayu putih, dan medang.
Koleksi ini menjadi upaya konkret untuk mencegah kepunahan spesies tanaman langka di masa depan. Selain berfungsi sebagai konservasi, koleksi tanaman ini juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Menariknya, taman ini dirancang dengan pendekatan edukatif yang menyeluruh. Di dalamnya terdapat jalur trekking edukatif yang menghubungkan berbagai pos pembelajaran lingkungan, seperti pos komposter, pos konservasi air, pos hutan dan sungai, hingga berbagai alat peraga interaktif untuk mendukung proses pembelajaran.
Dengan begitu, para pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat tentang ekologi dan keberlanjutan.
Kehadiran Taman Kehati ini diharapkan menjadi tempat kolektif untuk tanaman langka sekaligus sebagai pusat informasi, edukasi, dan konservasi air serta hutan.
Kerja sama Danone Aqua dengan Mitra Bentala menjadi bagian penting dalam memastikan taman ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Taman Kehati ini telah dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.
Mereka datang untuk belajar tentang penanaman pohon, pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, serta pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air.
Taman Kehati bukan hanya sebagai tempat wisata edukasi, tetapi juga menjadi laboratorium hidup di mana masyarakat bisa belajar langsung dari alam.
Kegiatan yang berlangsung di taman ini turut membentuk kesadaran kolektif bahwa upaya pelestarian tidak hanya tugas pemerintah atau lembaga, tetapi tanggung jawab bersama.
Dengan inisiatif ini, Mitra Bentala dan Danone Aqua Tanggamus menunjukkan bahwa konservasi dan pendidikan lingkungan bisa berjalan beriringan dan memberikan dampak jangka panjang.
Diharapkan, taman ini dapat terus berkembang dan menginspirasi hadirnya taman-taman serupa di wilayah lain di Indonesia.
