MitraBentala.or.id-Potensi wisata pesisir yang dimiliki Desa Maja dan Desa Kelawi menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi warganya. Namun, letak kedua desa yang berada di dekat garis pantai juga menjadikannya rawan tsunami, gelombang tinggi, abrasi, dan angin kencang.

Menyadari risiko tersebut, Mitra Bentala bersama pemerintah desa menggelar Workshop Pengurangan Risiko Bencana pada Sektor Pariwisata di Desa Maja (14 Agustus) dan Desa Kelawi (15 Agustus) . Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa, Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pelaku usaha penginapan dan kuliner di kawasan wisata.

Workshop ini dilakukan untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai ancaman bencana, dampaknya terhadap sektor pariwisata, hingga langkah mitigasi sederhana yang dapat dilakukan pengelola usaha untuk mengedukasi pengunjung.

Sejumlah pelaku usaha menyampaikan pengalaman dan kesiapannya dalam tindakan pengurangan risiko bencana. Riyan Sunandar dari penginapan Lamban Queen mengaku sudah memiliki jalur evakuasi meski belum ada rambu keselamatan. “Di Lamban Queen sudah memiliki jalur evakuasi, namun belum ada rambu petunjuknya. Akan tetapi karena saya di sini juga sebagai anggota Destana, untuk sementara saya siap membantu mengarahkan pengunjung saat keadaan darurat,” ujarnya.

Aziz, staf Lummay Villa and Resort, menyebut pihaknya telah memasang penunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul. “Pelatihan belum ada, tapi kalau ada kegiatan dari desa atau mitra, kami pasti ikut. Arahan ke tamu selama ini hanya sebatas memberitahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi,” jelasnya.

Ismanto dari Kedas Hotel and Resort mengungkapkan bahwa sosialisasi kepada staf sudah dilakukan, sementara kepada tamu diberikan pengarahan melalui brosur dan himbauan langsung. “Jika ada bencana, kami informasikan jalur evakuasi dan titik kumpul di area pagar 1 dan 2,” katanya.

Sementara itu, Yuni P dari Villa Sea Sunset berkomitmen segera melengkapi rambu keselamatan. “Workshop ini membuat kami sadar pentingnya himbauan dan arahan evakuasi, mengingat lokasi kami di daerah rawan bencana. Kami ingin pengunjung merasa nyaman dan aman,” tegasnya.

Mitra Bentala berharap, langkah-langkah sederhana seperti pemasangan rambu keselamatan, penentuan jalur evakuasi, dan pemberian informasi kepada wisatawan dapat menjadi budaya baru di destinasi wisata pesisir, sehingga wisata tetap berkembang dengan tetap mengutamakan keselamatan.