MitraBentala.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Dunia yang diperingati setiap tanggak 25 Juli, Mitra Bentala menyelenggarakan pelatihan pencegahan orang tenggelam di dua desa pesisir, yakni Desa Kelawi pada 22 Juli dan Desa Maja pada 24 Juli 2025.
Kegiatan ini melibatkan Destana, FPRB, Pokdarwis, pelaku usaha di sekitar pantai, kelompok pemuda, serta mahasiswa KKN dari Universitas Darmajaya. Pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman dalam keselamatan air, serta BPBD Lampung Selatan sebagai evaluator.

Desa Kelawi dan Desa Maja merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Risiko terjadinya korban tenggelam juga sangat besar, mengingat sebagian besar masyarakat beraktivitas di sekitar kawasan perairan. Kondisi ini menjadikan insiden tenggelam sebagai ancaman serius yang memerlukan perhatian dan kesiapsiagaan bersama.
Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai penyebab tenggelam, teknik penyelamatan diri, penggunaan alat bantu, hingga pertolongan pertama bagi korban. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya kelompok Destana, agar mampu merespons situasi darurat di perairan dengan aman dan cepat.

Septa Ferdinan dari BPBD Lampung Selatan menyampaikan, “Kegiatan ini sangat strategis dan layak diapresiasi. Peserta tidak hanya belajar teknis penyelamatan, tapi juga ditanamkan nilai kewaspadaan dan kesiapsiagaan.”
Kalaksa BPBD Lampung Selatan, Bapak Ariswandi menambahkan bahwa pelatihan semacam ini perlu dilakukan berulang secara berkala untuk membangun budaya tanggap darurat. “Tenggelam bisa terjadi di laut, sungai, atau danau. Kelompok Destana harus dibekali ilmu penyelamatan agar bisa bertindak aman dan tepat,” ujarnya.
Dari sisi praktisi lokal, Lucky Ardiasyah dari Pokdarwis Desa Kelawi menegaskan pentingnya keselamatan diri penolong. “Jangan sampai kita berniat menolong malah jadi korban. Kita harus tahu teknik posisi aman di air serta metode penyelamatan, baik langsung maupun dengan alat,” katanya.

Salah satu peserta, Erwin dari Destana Desa Maja, mengaku pelatihan ini memberinya pengetahuan baru. “Saya jadi tahu cara berenang aman saat kelelahan, serta bagaimana membantu dan menolong korban tenggelam. Ini penting untuk kami yang tinggal di dekat pantai,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, Mitra Bentala berharap masyarakat pesisir memiliki kesiapsiagaan lebih baik serta membangun budaya keselamatan untuk menekan risiko korban jiwa akibat tenggelam.



