MitraBentala.or.id- Mitra Bentala bersama EDF Indonesia menggelar pelatihan bertajuk “Meningkatkan Perekonomian Pesisir melalui Budidaya Sayuran dengan Memanfaatkan Limbah Rajungan dan Limbah Rumah Tangga sebagai POC (Pupuk Organik Cair) dan POP (Pupuk Organik Padat)” pada Selasa pagi di Balai Nelayan Margasari. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 10 perwakilan dari lima Poklahsar di Desa Margasari dan Muara Gading Mas, penyuluh perikanan PPL, perwakilan EDF Indonesia, serta dua Field Officer Mitra Bentala.
Pelatihan menghadirkan Joko Fitoyo sebagai narasumber utama. Ia memberikan pemahaman teknis tentang pemanfaatan limbah rajungan menjadi pupuk organik, pembuatan biocaka, penanaman bibit cabai, hingga manfaat pupuk organik bagi kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. Pada pembukaan materinya, Joko turut menyoroti isu stunting di wilayah pesisir, yang salah satunya dipicu konsumsi sayuran berbahan kimia. Karena itu, produksi sayuran organik oleh ibu-ibu nelayan dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.

Sebelum sesi materi, kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan EDF Indonesia, Guswarman, dan PPL Perikanan Lampung Timur, Romli. Keduanya menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk peningkatan ekonomi keluarga pesisir sekaligus mendorong diversifikasi usaha rumah tangga. Acara dilanjutkan dengan perkenalan peserta serta penyampaian harapan mereka terhadap manfaat pelatihan.
Peserta juga mengikuti praktik langsung, termasuk proses pembuatan biocaka sebagai komponen penting dalam pengolahan limbah menjadi POC dan POP. Melalui praktik ini, peserta mendapat pengalaman langsung mulai dari pengolahan limbah hingga tahap aplikasi pupuk.
Mitra Bentala dan EDF Indonesia berharap pelatihan ini mendorong ibu-ibu Poklahsar untuk mempraktikkan pertanian organik di pekarangan rumah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta membuka peluang ekonomi baru dari hasil budidaya sayuran sehat.


