MitraBentala.or.id- Upaya penguatan keselamatan wisata di kawasan pesisir Desa Maja memasuki babak baru dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Destana Desa Maja, Mitra Bentala, dan Penginapan Lamban Queen. Penandatanganan yang turut disaksikan oleh Sekretaris BPBD Lampung Selatan, Nanang Hadiyana; Kepala Desa Maja, Arlizon; perwakilan Dinas Pariwisata, Badrutamam; serta Ketua Pokdarwis Desa Maja, Ainul Fajri, ini menegaskan komitmen multipihak dalam memperkuat kesiapsiagaan kawasan wisata.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BPBD Lampung Selatan, Nanang Hadiyana, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memastikan keselamatan pengunjung di kawasan pesisir. Ia menegaskan bahwa pelibatan pelaku wisata dalam upaya PRB akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan rasa aman dan nyaman wisatawan. “Dengan adanya edukasi, rambu keselamatan, dan peragaan safety briefing, pelaku wisata dapat berperan langsung dalam melindungi para pengunjung,” ujarnya.

Desa Maja berada di wilayah pesisir Kecamatan Kalianda yang rawan terhadap potensi bencana seperti tsunami, gempa bumi, gelombang tinggi, dan abrasi. Pada saat yang sama, jumlah kunjungan wisata terus meningkat dan membawa tantangan tersendiri bagi keselamatan pengunjung. Kombinasi antara tingkat kerawanan dan tingginya aktivitas wisata inilah yang menuntut hadirnya sistem keselamatan yang terintegrasi dan melibatkan seluruh pelaku.

Direktur Mitra Bentala, Rizani, menekankan bahwa kerja sama lintas sektor seperti ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan destinasi wisata yang tangguh. “Mitigasi bencana tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha harus berjalan bersama. Kerja sama hari ini menunjukkan bahwa Desa Maja tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga membangun ketangguhan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Selama ini, Destana Maja telah aktif mengikuti edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan bersama masyarakat setempat. Di lain pihak, Mitra Bentala berperan dalam penguatan kelembagaan PRB dan peningkatan kapasitas komunitas melalui pendampingan berkelanjutan. Komitmen tersebut kini diperkuat oleh peran Penginapan Lamban Queen sebagai pelaku usaha pariwisata yang siap menyediakan sarana keselamatan, rambu informasi bencana, serta edukasi bagi wisatawan.

Pemilik Penginapan Lamban Queen, Hendra Laksana, menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah kebutuhan penting bagi usaha wisata pesisir. “Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi, tetapi melalui edukasi dan penandaan rambu keselamatan, risiko dapat diminimalkan. Kerja sama ini sangat kami apresiasi dan menjadi langkah nyata untuk menjaga keselamatan para tamu,” ujarnya.

Kolaborasi ini meneguhkan komitmen ketiga pihak dalam penyediaan jalur dan rambu evakuasi, penguatan fasilitas keselamatan wisata, penyusunan SOP keselamatan pesisir, hingga penyelenggaraan safety briefing bagi wisatawan dan pengelola usaha wisata.

Salah satu implementasi nyata kerja sama ini adalah diterapkannya safety briefing rutin bagi wisatawan yang menginap di Penginapan Lamban Queen sebelum melakukan aktivitas di kawasan pantai. Inisiatif ini menempatkan Lamban Queen sebagai pionir pelaku wisata di Kecamatan Kalianda yang memasukkan prosedur keselamatan sebagai bagian dari pelayanan kepada pengunjung.

Direktur Mitra Bentala, Rizani, memuji langkah tersebut sebagai contoh praktik baik yang perlu direplikasi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan sektor wisata adalah kunci untuk menciptakan kawasan yang aman dan berketahanan. Komitmen ini juga sejalan dengan arah pembangunan pariwisata yang tidak hanya menonjolkan daya tarik alam, tetapi juga mengutamakan keamanan dan keberlanjutan.