MitraBentala.or.id– Perempuan memiliki peran yang tidak terpisahkan dalam rantai nilai perikanan, mulai dari pengolahan hasil tangkapan, pemasaran, hingga menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Berangkat dari peran strategis tersebut, Pelatihan Pengelolaan Perikanan dan Konservasi hingga pengelolaan keuangan keluarga dan peran gender dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan diselenggarakan sebagai ruang belajar sekaligus wadah memperkuat kolaborasi antar kelompok perempuan nelayan rajungan di Provinsi Lampung.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Environmental Defense Fund (EDF) ini dilaksankan di Pesawaran, Lampung dari tanggal 4-6 Agustus 2026 dan menghadirkan perwakilan kelompok perempuan dari tiga kabupaten di Pesisir Timur Lampung. Mitra Bentala Indonesia turut berpartisipasi menjadi pelatih dan fasilitator sebagai mitra program untuk mendukung jalannya kegiatan.

Destia Novasari, Program Coordinator “Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Mata Pencaharian” mengisi acara pertemuan kelompok perempuan

Peserta yang hadir merupakan perwakilan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) dari desa-desa dampingan program, yaitu Poklahsar Dapur Bodol Cantyk (Desa Muara Gading Mas), Poklahsar Srikandi Pantai Timur, Poklahsar Lintang Mentari Indah, Poklahsar Pawon Cahaya Bahari, dan Poklahsar Mbaris Lestari Jaya (Desa Margasari), Poklahsar Dapur Satu Hati (Desa Cabang), Poklahsar Perempuan Nelayan Bersatu (Desa Sungai Burung), serta Poklahsar Wanita Bangkit Kreatif dan Poklahsar Pendawi (Desa Kuala Teladas).

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan upaya konservasi sebagai fondasi menjaga keberlanjutan sumber daya rajungan di masa depan. Diskusi juga membahas peran kelompok perempuan dalam mendukung pengelolaan perikanan, penerapan pendekatan gender dalam tata kelola sumber daya pesisir, serta tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Perwakilan Poklahsar dari 5 desa di pertemuan kelompok perempuan

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman bagi kelompok perempuan nelayan rajungan dari berbagai wilayah. Melalui forum ini, peserta dapat saling berbagi praktik baik, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengelolaan perikanan dan konservasi di Pesisir Timur Lampung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program “Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Mata Pencaharian: Integrasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pengelolaan Perikanan Skala Kecil yang Tahan Perubahan Iklim di Provinsi Lampung, Indonesia.” Program ini bertujuan mengintegrasikan aspek perubahan iklim ke dalam rencana pengelolaan kawasan konservasi perairan dan pengelolaan perikanan rajungan, sekaligus memperkuat sinergi antara pengelola kawasan konservasi dengan pengelola perikanan rajungan di Pesisir Timur Lampung.

Salah satu anggota Poklahsar mempresentasikan produk olahannya 

Di samping memperkuat tata kelola perikanan, program ini juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan peluang mata pencaharian alternatif bersama kelompok-kelompok masyarakat. Dalam konteks tersebut, perempuan menjadi salah satu aktor penting yang tidak hanya berkontribusi pada pengolahan hasil perikanan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong praktik perikanan yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Melalui pertemuan ini, diharapkan kapasitas, jejaring, dan peran perempuan nelayan rajungan semakin kuat dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, sehingga manfaat konservasi sumber daya pesisir dapat dirasakan oleh masyarakat, baik untuk generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *