Memperkuat Peran Destana dan FPRB dalam Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat Desa

MitraBentala.or.id- Upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat desa tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman, tetapi juga kelembagaan yang mampu menggerakkan berbagai pihak untuk bekerja bersama. Di dalamnya, Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) memiliki peran penting untuk memastikan bahwa upaya membangun kesiapsiagaan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, melainkan terus berjalan dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk melihat sejauh mana peran tersebut telah berjalan, Destana dan FPRB Desa Maja dan Desa Kelawi melaksanakan workshop evaluasi kinerja selama periode 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung secara terpisah, di Desa Maja pada 20 Oktober 2026 dan Desa Kelawi pada 21 Oktober 2026. Melalui pertemuan ini, pengurus masing-masing kelembagaan bersama para pemangku kepentingan meninjau kembali kegiatan yang telah dilakukan, melihat perkembangan rencana kerja, serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.

Selama satu tahun terakhir, kedua desa telah menjalankan berbagai kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang mengacu pada rencana kerja masing-masing. Sebagian besar rencana tersebut telah terlaksana, menunjukkan bahwa Destana dan FPRB mulai menjalankan peran kelembagaannya secara lebih aktif dalam mendorong kesiapsiagaan di tingkat desa. Capaian ini menjadi bagian dari proses membangun kapasitas masyarakat agar tidak hanya memahami risiko di lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga memiliki ruang dan mekanisme untuk mengambil tindakan bersama.

Perkembangan lainnya terlihat dari semakin terbukanya kerja sama dengan berbagai pihak. Destana dan FPRB Desa Maja maupun Desa Kelawi mulai membangun hubungan dengan pelaku usaha, kalangan akademisi, serta fasilitas pelayanan kesehatan melalui puskesmas. Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi penting karena pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja. Dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak dapat memperluas sumber daya, pengetahuan, serta peluang kolaborasi untuk menjawab tantangan kebencanaan di desa.

Namun, evaluasi juga menjadi ruang untuk melihat bahwa penguatan kelembagaan merupakan proses yang perlu terus dijaga. Keberlanjutan kegiatan, keaktifan pengurus dan anggota, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan menjadi beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian. Rencana kerja yang telah disusun perlu terus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, sementara kolaborasi yang mulai terbangun perlu dipelihara agar tidak berhenti pada satu atau dua kesempatan.

Bersama para peserta, pembahasan kemudian diarahkan pada penentuan prioritas kegiatan untuk periode berikutnya. Setiap desa memiliki kondisi, kebutuhan, potensi ancaman, serta sumber daya yang berbeda. Karena itu, rencana tindak lanjut perlu disesuaikan dengan situasi masing-masing, sehingga kegiatan yang dipilih benar-benar relevan dan dapat dijalankan dengan kapasitas yang tersedia. Proses ini juga membantu pengurus melihat kembali peluang untuk melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Workshop ini turut melibatkan perwakilan pelaku usaha, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, serta kalangan akademisi dari Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri). Kehadiran mereka membuka ruang untuk bertukar pandangan, memberikan masukan, dan memperkuat hubungan antarpihak yang dapat mendukung kerja Destana dan FPRB ke depan.

Melalui proses evaluasi ini, Destana dan FPRB Desa Maja dan Desa Kelawi diharapkan semakin mampu menjaga keberlanjutan peran dan kegiatan kelembagaannya. Lebih dari sekadar melihat apa yang telah dicapai selama satu tahun terakhir, evaluasi menjadi kesempatan untuk mengenali kekuatan, memperbaiki hal-hal yang belum berjalan optimal, dan menyepakati langkah bersama. Sebab, desa yang tangguh tidak hanya dibangun melalui kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga melalui kelembagaan masyarakat yang aktif, kolaboratif, dan mampu menjaga upaya pengurangan risiko bencana tetap berjalan dari waktu ke waktu.

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *