Menelusuri Potensi Wisata Kampung Cabang: Menghubungkan Perikanan, Penghidupan Masyarakat, dan Kelestarian Alam

MitraBentala.or.id- Kampung Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, menyimpan potensi alam dan pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis lingkungan. Berada di dekat perbatasan Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Lampung Timur, serta tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kampung ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat, terutama di sektor perikanan.

Kedekatan dengan wilayah sungai menjadikan perikanan sebagai salah satu potensi unggulan Kampung Cabang. Namun, kekayaan yang dimiliki Kampung ini tidak hanya berkaitan dengan hasil perikanan. Lankap sungai yang menarik dengan dominasi vegetasi nipah, aktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan, hingga keterampilan lokal dalam pembuatan kapal kayu, pemanfaatan daun nipah menjadi atap, buah nipah untuk minuman, dll merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang juga menyimpan potensi untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui wisata berbasis pengalaman dan edukasi.

Nelayan bersiap berangkat di Kampung Cabang

Potensi inilah yang mulai ditelusuri oleh Mitra Bentala bersama Environmental Defense Fund (EDF) dalam program Blue Action Fund melalui rangkaian kunjungan lapangan dan penjajakan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Cabang. Proses ini tidak sekedar mencari lokasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menggali pengalaman, pengetahuan, dan aktivitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dalam proses tersebut, Travel Enthusiast dan Community Consultant turut dilibatkan untuk mendukung penggalian potensi serta memperkuat kapasitas Pokdarwis dan masyarakat. Dinas Pemuda,  Olahraga,  dan Pariwisata Kabupaten Lampung Tengah juga ikut terlibat dalam kegiatan observasi lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pengembangan wisata di Kampung Cabang.  Kolaborasi ini menjadi ruang untuk melihat potensi desa dari berbagai perspektif, mulai dari pengalaman wisata yang dapat ditawarkan, kesiapan masyarakat dalam mengelola destinasi, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian alam.

Diskusi Kelompok Pokdarwis Kampung Cabang untuk Rencana Wisata

Ke depan, potensi wisata Kampung Cabang dapat dikembangkan melalui beragam pengalaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Susur sungai dapat menjadi cara untuk mengenal lanskap perairan dan lingkungan sekitarnya. Aktivitas memancing di rumpon dapat memperkenalkan kehidupan perikanan lokal, sementara kunjungan untuk melihat proses pembuatan kapal kayu dapat menjadi ruang belajar tentang keterampilan masyarakat yang diwariskan dan dikembangkan sesuai kebutuhan mereka. Berbagai atraksi tersebut berpeluang menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan wawasan tentang hubungan antara manusia dan alam.

Pengembangan wisata semacam ini membutuhkan lebih dari sekadar daya tarik destinasi. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan, kesiapan kelompok pengelola, serta perhatian terhadap daya dukung lingkungan menjadi bagian penting agar kegiatan wisata tidak justru menambah tekanan terhadap sumber daya alam yang menjadi penopangnya. Karena itu, pengembangan eco-tourism perlu berjalan seiring dengan upaya membangun kesadaran pengunjung dan memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga sekaligus pengelola potensi lokal.

Pemandangan di Sungai Bayan dekat Kampung Cabang

Bagi Kampung Cabang, pengembangan eco-tourism membuka peluang untuk memperluas manfaat dari kekayaan alam dan pengetahuan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, potensi perikanan, sungai, dan keterampilan masyarakat dapat saling terhubung dalam pengalaman wisata yang memberikan nilai tambah bagi penghidupan warga sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, eco-tourism bukan semata-mata tentang mendatangkan pengunjung atau meningkatkan pendapatan masyarakat. Lebih dari itu, pendekatan ini berupaya memastikan bahwa alam tetap terjaga, pengetahuan lokal tetap dihargai, dan masyarakat memiliki peran utama dalam menentukan bagaimana potensi Kampungnya dikembangkan. Dari Kampung Cabang, perjalanan menuju wisata yang lebih bertanggung jawab dimulai dengan mengenali apa yang telah dimiliki masyarakat, lalu mengembangkannya tanpa kehilangan nilai yang paling penting: keberlanjutan alam dan kehidupan yang bergantung padanya.

Udang galah atau biasa dikenal udang satang sering menjadi target para pemancing 

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *