MitraBentala.or.id— Ketika ancaman bencana muncul, kesiapsiagaan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik di wilayah Lampung, masyarakat di Desa Maja dan Desa Kelawi menunjukkan bahwa tindakan sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi bagian penting dalam melindungi warga.

Pada 7 September 2026, kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Maja dan Desa Kelawi bergerak membagikan masker kepada masyarakat di wilayah desa masing-masing. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik, khususnya terhadap kesehatan pernapasan warga.

Di Desa Maja, masker yang dibagikan merupakan bantuan dari Wakil Gubernur Lampung yang kemudian disalurkan oleh kelompok Destana kepada masyarakat. Sementara itu, Destana Desa Kelawi secara mandiri menyediakan masker untuk dibagikan kepada warga. Inisiatif tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, abu vulkanik dapat menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi sistem pernapasan. Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan, terutama ketika masyarakat perlu beraktivitas di luar rumah.

Namun, peran Destana tidak berhenti pada pembagian masker. Dalam kegiatan tersebut, anggota Destana turut mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan perlindungan ketika beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Langkah cepat yang dilakukan oleh Destana Maja dan Kelawi memperlihatkan bagaimana kapasitas masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko bencana. Kelompok masyarakat yang telah dibangun untuk meningkatkan kesiapsiagaan tidak hanya berperan ketika bencana terjadi, tetapi juga dapat menjadi penghubung informasi dan penggerak tindakan di tingkat desa.

Bagi Desa Maja dan Desa Kelawi, kesiapsiagaan tersebut tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan keberanian untuk mengambil tindakan ketika masyarakat menghadapi potensi risiko. Pembagian masker mungkin terlihat sederhana, tetapi di dalamnya terdapat semangat untuk saling menjaga dan memastikan bahwa informasi serta perlindungan dapat menjangkau warga.

Gerakan bersama ini juga menunjukkan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kelompok yang siap bergerak, respons terhadap ancaman dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat dengan kebutuhan warga.

Melalui Destana, masyarakat Desa Maja dan Desa Kelawi terus membangun kesiapsiagaan dari tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari saling mengingatkan, berbagi perlindungan, hingga mengikuti informasi resmi, langkah-langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Kesiapsiagaan dimulai dari kepedulian. Dan ketika masyarakat bergerak bersama, langkah kecil dapat menjadi perlindungan bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *