MitraBentala.or.id — Mitra Bentala kembali menyelenggarakan workshop penentuan kegiatan prioritas di wilayah dampingan, yakni Desa Maja pada 14 April 2026 dan Desa Kelawi pada 16 April 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain aparatur desa, kepala dusun dan RT, Destana dan FPRB, perwakilan pemuda, perwakilan Bank Sampah, pelaku usaha, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta kelompok pengelola sumber air.
Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat desa pesisir yang memiliki potensi sumber daya alam sekaligus kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti gempa bumi, tsunami, serta dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, Mitra Bentala bersama masyarakat melakukan peninjauan ulang terhadap daftar kegiatan prioritas (Priority Implementation Project/PIP) yang telah disusun sebelumnya.

Sebelumnya, Desa Kelawi telah menetapkan sejumlah kegiatan prioritas, di antaranya pengembangan pertanian sayuran organik tingkat dusun, pengembangan sistem peringatan dini (Early Warning System), penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta penguatan pengelolaan dan pengembangan Bank Sampah. Sementara itu, Desa Maja menetapkan prioritas pada pengembangan ekowisata pantai berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB), pengembangan sistem peringatan dini, penguatan Bank Sampah, serta perbaikan sumber air. Seiring berjalannya waktu, beberapa kegiatan tersebut telah mulai diimplementasikan, khususnya pengembangan pertanian sayuran organik di tingkat dusun.
Namun demikian, dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berkembang mendorong perlunya peninjauan kembali terhadap kegiatan prioritas tersebut. Penyesuaian ini penting agar program yang direncanakan tetap relevan, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat di kedua desa.

Melalui pendekatan partisipatif, workshop ini memberikan ruang bagi seluruh unsur masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan. Diskusi kelompok, pemetaan kebutuhan, serta penilaian ulang prioritas dilakukan secara bersama-sama guna menghasilkan kesepakatan yang lebih inklusif dan representatif.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa daftar kegiatan prioritas yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi terkini desa, mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara luas, serta berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Selain itu, workshop ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap program yang akan dilaksanakan, sehingga mendukung keberlanjutan dan efektivitas implementasi kegiatan di masa mendatang.


