MitraBentala.or.id- Dalam rangka memperkuat pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antarnegara melalui program South–South Knowledge Exchange Program SPRINT II, Mitra Bentala menerima kunjungan delegasi dari Timor-Leste pada 11–13 Mei 2026 di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, praktik baik, serta penguatan kolaborasi dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan pembangunan masyarakat berbasis ketangguhan.
Delegasi yang hadir terdiri dari dua unsur pemerintahan Timor-Leste, dua perwakilan lembaga mitra yakni NAFOFILA dan MAHARU, serta empat orang perwakilan masyarakat penerima manfaat Program SPRINT. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari implementasi program pemberdayaan masyarakat dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang telah dijalankan oleh Mitra Bentala bersama masyarakat dampingan di Lampung Selatan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 11 Mei 2026 dengan penyambutan delegasi dan diskusi bersama tim Mitra Bentala dan Paluma Nusantara. Dalam sesi tersebut, para peserta berdiskusi mengenai pelaksanaan Program SPRINT II, tantangan di lapangan, serta strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan lingkungan.
Setelah sesi diskusi, delegasi melanjutkan kunjungan lapangan ke Desa Maja untuk melihat secara langsung implementasi program yang didampingi oleh Mitra Bentala. Beberapa lokasi yang dikunjungi meliputi pengembangan ekowisata Pantai Maja berbasis pengurangan risiko bencana, pengelolaan Bank Sampah, serta Sekretariat Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Maja. Delegasi memperoleh penjelasan mengenai upaya masyarakat dalam membangun ketangguhan desa melalui pengelolaan lingkungan, penguatan kelembagaan, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan.

Rombongan juga melakukan kunjungan dan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
Kegiatan dilanjutkan pada 12 Mei 2026 dengan kunjungan ke Desa Canti dan Desa Rajabasa yang merupakan wilayah dampingan Paluma Nusantara dalam Program SPRINT. Delegasi melihat berbagai inisiatif masyarakat dalam membangun ketangguhan desa serta penguatan kapasitas komunitas di wilayah rawan bencana.

Pada hari yang sama, delegasi kembali melanjutkan kunjungan ke Desa Kelawi, desa dampingan Mitra Bentala. Di desa tersebut, rombongan meninjau kegiatan perbaikan sumber air bersih, pengembangan pertanian organik, serta Sekretariat Destana Desa Kelawi. Di sekretariat Destana, para peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai kegiatan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan masyarakat, mulai dari pengorganisasian relawan, simulasi kebencanaan, hingga penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pertukaran pengalaman antara masyarakat Timor-Leste dan masyarakat desa dampingan Mitra Bentala.

Delegasi juga diajak mengunjungi Kedas Hotel & Resort sebagai contoh pelaku usaha yang telah menjalin kerja sama dengan Destana dalam mendukung upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di kawasan pesisir. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterlibatan multipihak dalam kesiapsiagaan bencana dan keselamatan wisata.
Rangkaian kunjungan ditutup pada 13 Mei 2026 dengan kunjungan ke Pusdalops BPBD BPBD Lampung Selatan. Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat secara langsung mekanisme kerja sistem peringatan dini, pengelolaan informasi kebencanaan, serta koordinasi penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah.

Kegiatan diakhiri dengan sesi wrap up bersama Mitra Bentala dan Paluma Nusantara guna merefleksikan hasil pembelajaran, memperkuat jejaring kerja sama antarorganisasi dan masyarakat, serta mendorong replikasi praktik-praktik baik Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis komunitas di masing-masing wilayah dampingan. Program pertukaran pengetahuan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kerja sama Selatan-Selatan (KSS) dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.


